Ali Mochtar Ngabalin dan Fadjroel Rachman Diminta di Belakang Istana, Apa yang Terjadi?

Ilustrasi Jokowi (Foto/VIVA)
Humor Berita - Jubir Istana atau Jubir Presiden memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan istana kepada rakyatnya.

Saat ini ada nama Ali Mochtar Ngabalin dan Fadjroel Rachman yang terlihat sering tampil di layar kaca. 

Ali Mochtar Ngabalin dengan jabatan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dana Fadjroel Rachman jubir Presiden Jokowi. Tapi keduanya kadang saling melengkapi sebagai jubir pemerintah.

Dua hari ini kehadiran dr. Reisa Broto Asmoro bikin heboh warganet. Dia dianggap cocok jadi jubir Gugus Tugas COVID-19. Akibatnya, kalau bisa di instansi pemerintah lainnya memiliki jubir seperti dr. Reisa.

Salah satu pegiat media sosial Denny Siregar mengusulkan agar Jokowi memiliki jubir istana seperti dr. Reisa.

"Tolong dong, pak @jokowi. Semua Kementrian, termasuk Istana, mulai cari jubir2 yang sedap dipandang, smart dan komunikatif kayak dr Reisa, jubir Gugus Tugas. Kayak Ali Ngabalin, Fajroel Rachman dan yg udah lepek2 itu, simpan dibelakang aja. Biar wajah Istana gak butek...," cuit Denny siregar @Dennysiregar7, 9 Juni 2020.

Cuitan Denny Siregar meminta Ali Ngabalin dan Fadjroel Rachman disimpan di belakang istana ini mendapat komentar miris. Di kolom akun Twitternya banyak menyindirnya meskipun ada juga yang memujinya. 

Inilah yang terjadi saat Denny minta Ali Ngabalin dan Fadjroel lebih baik tak jadi jadi "jubir".

"Gantinya kamu den, biar tambah butek," cuit Supriyanto @Supriyanto1911

"ha ha ketahuan kau...jilat-jilat endingnya minta gantikan "abal-abal" bersaudara. ah..kacao kali kau," ujar SumbangJanggalBird @Marco_Alfa20

"Ayo lah Pak @jokowi angkat Bung @Dennysiregar7 kasih betul dia, sudah lepek2 belum jadi apa2," cuit Berdamai atau Menyerah? @AndiAngger

Comments