Hari Ini Salat Jumat di Masjid, 1 dan 2 Gelombang atau Zuhur?



(Ilustrasi salat di masjid Istiqal)

Salat Jumat di masjid akhirnya diperbolehkan. Ini adalah Jumat pertama digelar berdasarkan pengumuman resmi MUI DKI Jakarta.

Hal ini diumumkan karena DKI Jakarta masih menerapkan masa PSBB. Artinya protokol kesehatan tetap dilaksanakan ketika berada pada kerumunan atau dalam salat berjemaah di masjid.

Dalam hal ini, protokol kesehatan yang diberlakukan dalam salat Jumat berjemaah di masjid, yakni physical distancing, pakai masker, tidak salaman, shaf salat agak longgar, jemaah hanya 40 persen dari kuota penampungan masjid, dan salat dua gelombang.

Itulah beberapa catatan bila digelar salat Jumat pada saat ini. Dari semua catatan protokol di atas, salat dua gelombang atau sistem shift atau gantian masih jadi perdebatan.

Yang membolehkan berpendapat bahwa salat dua gelombang ini untuk menghindari kerumunan atau penumpukan jemaah dalam bagian pelaksanaan physical distancing (jaga jarak fisik). Pendapat ini disampaikan oleh MUI Jakarta dan PP Muhammadiyah.

Sementara  pendapat lain sebaliknya, tidak perlu salat dua gelombang karena cukup 1 gelombang dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu belum ada dalil yang menguatkan. Pendapat ini dipegang oleh NU Jawa Barat. 

Sebetulnya, kalau mau ditinjau lebih jauh, dua organisasi ini memiliki pandangan yang sama bila alasannya adalah situasi pandemi COVID-19. Untuk menjaga kesehatan dan menghindari penularan, pada prinsipnya mereka akan menggelar ibadah Jumat dengan cara protoko kesehatan.

Caranya yaitu physical distancing, shaf salat agak renggang, pakai masker, bawa sejadah sendiri, tidak ada salaman. Bila ini tidak terpenuhi, maka buatlah salat dua gelombang. Tujuannya sama menghindari penumpukan dan penularan.

Bila dua cara di atas sulit dilakukan atau khawatir masih ada penularan kepada jemaah lain, MUI DKI Jakarta menyarankan cukup salat zuhur di rumah. Itulah cara aman ibadah di saat pandemi COVID-19.

Comments