Tak Hanya Dalam Kesulitan, Mendapatkan Kesenangan Juga Ada Doa-nya

Ilustrasi doa saat dapatkan kesenangan (YouTube/muchamat Sri Sulistyanto)

humorberita.com - Orang biasanya berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan terdeasak. Ia terdesak karena kesulitaan, kemiskinan, dan alasalan lain yang menjelaskan suasana hatinya sedang kesusahan.

Orang yang seperti ini, tampa perlu diperintahkan seyogyannya meminta pertolongan atau permohonan kepada Sang Pencipta. Mereka berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari kondisi sulit ini.

Banyak doa yang diajarkan ketika seeorang mendapati kesulitan, kesedihan, kemalasan, kebodohan, ketakutan. Doa-doa semacam ini biasanya dimulai dengan ucapakan Allahhumma Inni A'uzdubiki min ...(Ya Allah aku berlindung dari...).

Misalnya bunyi doanya seperti ini; Allahuma Ini A'dzubika minal hammi wal hazni wal azzji wal kasali wal jubni wal bukhli wa dhoala'iddaini wa ghalobatir rijaal. 

Namun, untuk keadaan sebaliknya. Yakni, seseorang mendapatkan kebahagian kadang lupa membaca doa. Sama lupanya mengucapkan terimakasih atau menepatii janjinya bila mendapatkan kebahagian atau kesenanagan atau kekayaan. Biasanya setelah dapat banyak uang, ia lupa berbagi.

Oleh karena itu, ajaran agama juga memberikan ajaran doa ketika seorang mendapatkan kebahagian atau kesenangan. Ia tetap memohon kepada Allah sang pemberi rezeki agar rezekinya berkah. Rezeki bentuak segala sesuatu yang menyenangkan. Misalnya  kesehatan, kekayaan, kepintaran, atau jabatan, dll.

Agar pemberian dari Sang Pencipta itu berkah dan bermanfaat, dinjurkan membaca doa syukur. Inilah bunyi doa saat mendapatkan kebahagian seperti dikutip dari bincangsyariah:

Kita dianjurkan untuk membaca doa yang dibaca oleh Nabi Saw ketika beliau mendapatkan kabar gembira saat menerima wahyu. 

اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا

Allohumma zidnaa walaa tanqushnaa wa akrimnaa walaa tuhinnaa wa a’thinaa walaa tahrimnaa wa aatsirnaa wa tu’tsir ‘alainaa wardhinaa wardho ‘annaa.

Ya Allah, tambahilah kami dan jangan kurangi kami, muliakan kami dan jangan hinakan kami, berilah kami dan jangan cegah kami, kedepankan kami dan jangan kesampingkan kami, ridhailah kami dan ridhailah perbuatan-perbuatan kami. (HR Imam Tirmizi).

Comments