Tuesday, September 15, 2020

PSBB ala Kartun Gian Doraemon Diserang Fajroel Rahman hingga Hartono

Kartun Gian di Film Doraemon yang selalu bikin masalah (Twitter/fadjroelrachman)

humorberita.com - Pemberlakukan PSBB DKI Jakarta akhirnya berjalan juga meski awalnya penuh kontroversi. Kini sudah memasuki hari kedua dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Seperti diketahui seminggu sebelum pemberlakukan PSBB Total atau PSBB ketat alias PSBB Jilid II, kebijakan Anies Baswedan ini diserang oleh berbagai pihak yang menentangnya.

Serangan atau kritikan ketidaksetujuannya datang dari Menko Ekonomi Airlangga Hartato, Jubir Presiden Fadjroel Rachman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga orang terkaya Indonesia Hartono.

Mereka beramai-ramai tidak setuju dengan kebijakan Anies Baswedan yang memberlakukan PSBB Total pada 14 September 2020. Mulai ketidak setujuan dari cara menyampaikan kebijakan hingga isi kebijakannya itu sendiri. 

Anies diangap membuat masalah baru, khususnya akan membuat ekonomi semakin terpuruk. Beragam argumen sentimen pun dilemperkan kepada Anies Baswedan. 

Konglomerat Indonesia pemilik BCA Hartono perlu turun tangan dengan mengirimkan surat kepada presiden Jokowi agar kebijakan Anies tak disetujui. Begitu juga Airlangga menuding Anies penyebab anjloknya saham di Indonesia.

Karena kebijakan Anies menuai kontroversi di lingkaran penguasa dan pengusaha kakap begitu juga di media sosial, Jubir Presiden Fadjroel Rachman memposting kartun Gian Doraemon. Tak tahu dia mau menyindir siapa.

Gian sendiri dalam kartun Doraemon digambarkan sebagai sosok anak yang berbadan besar yang selalu minta keinginannya dipenuhi, kalau tidak dia akan bikin masalah.

"Memang susah sih ini orang, enggak bisa kerja, maunya ribut aja...," cuit Fadjroel Rachman di akun Twitternya, 13 September 2020, sambil menyertakan foto Gian.

Sontak cuitan ini membuat marah sebagian warganet dan sekaligus menyerang balik Fadjroel. Memang Fadjroel tak menyebut nama Gubernur Anies, tapi konteksnya dia mencuit gambar Gian diduga untuk menyindir Anies yang selalu bikin menteri dan pengusaha marah.