Mau Sehat Medis dan Non Medis? Bacalah Doa Ini

Astagfirullah, Pernyataan Lengkap Gus Nur Tuding NU Mirip Bus yang Membawanya ke Penjara

Ilustrasi komik Gus Nur di tahanan (Twitter KomikKita)

humorberita.com - Saya dari lahir sampai dapat hidayah, dulunya jahiliyah, saya gak tahu NU kultural, tradisional, struktural itu apa? Yang saya tahu mbah saya NU, bapak saya NU, kakek saya NU, qunut NU, Muhammadiyah tidak qunut. 

Saya hanya tahu kulit-kulitnya saja. Tidak pernah mendalami NU apa? Saya sama seperti nahdliyin lainnya pada umumnya, NU ya NU.

Tapi wallahu alam bisswab, saya juga tidak paham. Saya tidak ada apa-apa, sebelum ada rezim ini. Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat itu berubah.

Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga.

Jadi kesucian NU yang selama saya kenal itu tidak ada sekarang ini. Hanya itu, sekulit ari-aja aja. Kok jadi pusing dengerin apa, di bus yang namanya NU ini.

Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yakult, sopirnya KH Said Aqil Sirajd. Mungkin begitulah.

Nah, penumpangnya itu liberal, sekuler, macam-macam di situ, PKI numplek di situ. Dan selama ini gak ada setahu saya, ngerokok, minum, campur. Pusing saya, akhirnya saya turun dari bus. Hanya itu, saya paham.

Tiba-tiba saya juga berontak, ada kiai-kiai yang saya hormati, tiba-tiba keluar masuk istana, keluar masuk ke ranah kekuasaan, udah main duit, main money politik. 

Saya berontak. Pertanyaannya mengapa berontak? Saya juga tidak tahu, tiba-tiba jadilah saya seperti ini.

Dituduh memusui NU, menyerang NU, dilaporin NU, disidang gara-gara NU, diketok 1,5 tahun gara-gara saya menghina NU. Banding ditolak, kasasi belum tahu, masuk belum tahu.

Kalau dibelah dada saya, gak mungkin Syiah. Dibelah Muhammdiyah, gak mungkin. Dibelah HTI gak mungkin. Ini logikanya, dibelah, mungkin NU, mbah saya juga begitu.

Tapi NU yang sekarang ini, saya benar tidak hormat, tidak respect sama sekali. 

Itulah pernyataan lengkap Gus Nur yang diambil dari channel YouTubenya MUNJIAT yang tayang pada 16 Oktober 2020, dengan judul GUS NUR & REFLY HARUN PART 2 : SIAPA PRESIDEN YANG IDEAL ? NU KULTUR ATAU STRUKTURAL? Video yang juga ditayang di channel YouTube Refly Harun.

Atas pernyataannya itu, Gus Nur dilaporkan dan ditangkap pada tanggal 24 Oktober 2020 dan ditahan selama 20 hari untuk proses pemeriksaan.





Comments