Setelah Profesor Henri, Giliran Doktor Ade Armando Sindir Pendemo UU Cipta Kerja

komik demo tolak uu cipta kerja (Twitter/KomikKita)

humorberita.com - Dr. Ade Armando trending di Twitter hari ini. Namanya jadi sorotan warganet menyusul cuitannya soal aksi demo menolak UU Cipta Kerja. Aksi turun ke jalan mahasiswa, buruh, dosen, dan FPI, masyarakat lainnya disambut nyinyir oleh Ade Armando.

Dosen kominikasi Universitas Indonesia (UI) yang terkenal sebagai pendukung Jokowi ini sering melakukan kritik kepada lawan-lawannya Jokowi. Kini, ia mempertaruhkan integritasnya merespons para demonstran dengan cuitan sekaligus menyertakan gambar video.

Ade Armando ingin mengatakan bahwa aksi demonstran ini ditunggangi oleh kelompok tertentu. Tapi, sayang cuitan dan video yang diunggahnya berita hoax. Berikut cuitannya. 

"Lima ambulans milik Pemprov DKI ditahan polisi karena membawa batu yang diduga akan digunakan untuk aksi unjuk rasa di Jakarta," cuit Ade Armando di akun @adearmando1, 14 Oktober 2020. Dalam cuitannya itu, Ade Armando mengunggah video atau berita dari RCTI.

Sontak warganet menyerang postingan Ade Armando ini. Warganet mengingatkan Ade Armando sebagai kaum intelektual seharusnya bijak dalam mengunggah cuitannya. Karena cuitannya itu berita hoax, ia hanya menampilkan gambar atau video awal, padahal ada kelanjutan dari peristiwa itu.

"Berita hoax lama di repost... Polisi juga udh minta maaf," cuit @RutkafAzoukNew.

"Maaf, ini berita lama tayang tgl 26 September 2019," cuit akun @R_Ingkiriwang

"Tidak terbayang bagaimana nasib anak didiknya, jika kualitas dosennya seperti itu. Prihatin," respons akun @katzenjammer89.

Atas serbuan warganet, Ade Armando menjawab lewat akun Twitternya.  "Lho saya kan nggak bilang itu kejadiannya tahun 2020 ... #jurusngeles," cuit Armando yang juga sebagai dosen komunikasi UI-UPH, Peneliti di Saiful Mujani Research and Consulting.

Reaksi warganet ini tak beda jauh dengan dosen Unair sebelumnya yang juga menyindir para demonstran, yakni Profesor Henri Subikato. Warganet mempertanyakan integritas Henri dan Armando.

Comments