Monday, January 11, 2021

Tewasnya 6 Laskar FPI: Lucu, Komnas HAM Jadi Hak Asasi Melucu



HUMORBERITA.COM - Komnas HAM trending di Twiter menyusul hasil investigasinya terkait tewasnya 6 Laskar FPI.


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis hasi investigasinya selama kurang lebih 1 bulan yang membuat tertawa berbagai pihak. Baik pihak pendukung pemerintah maupun kelompok pengeritik pemerintah.


Dalam kasus tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) ini melibatkan aparat negara polisi. Dalam temuan Komnas HAM bahwa dua peristiwa berbeda.


Pertama, dua laskar FPI tewas karena terjadi baku tembak. Sementara kedua, 4 laskar tewas saat dalam pengamanan di dalam mobil.  


Komas HAM menyebut, bahwa laskar membawa senjata dan terjadi baku tembak. Lebih jauh, Komnas HAM menyebutkan bahwa tidak akan terjadi baku tembak, bila laskar tidak menunggu mobil polisi. 


Atas alasan itu, Komnas meminta kasus 4 laskar FPI dibawa ke pengadilan pidana untuk membuktikan lebih lanjut.



Ternyata hasil investigasi dan rekomendasi kasus terbunuhnya 6 laskar FPI oleh polisi ditangapi lucu oleh pihak pendukung pemerintah maupun pengeritik pemerintah.


"Kalau FPI bawa senjata, berarti sah polisi menembak mati yang keempatnya sebagai antisipasi pembelaan diri. Tapi kok, Komnas HAM bilang ini kasus yang berbeda, lucu aja," cuit netizen pendukung pemerintah


"lucu bingits lae..tidak punya saksi dan bukti pembanding tp sdh menyimpulkan penembakan 4 laskar sbg pelanggaran HAM....ngeri kali kesimpulan tanpa tahu keadaan sebenarnya..," cuit Pangondian @Pangondian74



Sementara komentar netizen pengritik pemerintah berpendapat, "Lucu juga nih Komnas, kok dibilang kalau laskar FPI tidak menunggu di tol tidak akan terjadi tragedi ini. Padahal polisi lah yang sejak awal membututi perjalanan mereka. Seharusnya bilang, kalau polisi tidak mematai-matai dan mengikuti tidak akan terjadi, begitu logikanya," cuit netizen.



"Narasi "peristiwa tidak terjadi bila Laskar FPI tdk menunggu polisi" kalian itu TIDAK PATUT!  Kenapa tidak kalian sebut "Peristiwa tidak terjadi bila polisi tdk membuntuti orang yg bukan tersangka, bukan DPO, bkn pelaku extraordinary crime!" cuit Ollieollei @olieregar, 9 Januari 2021. (Humor BeritaXBerita Humor/Foto/Twitter/@sriyonom)